Selasa, 09 Agustus 2016

Kisah Uwais Al Qarni

Assalamualaikum,
Lumayan lama tidak menulis disini. Kangen banget rasanya :)
Yang nulis terlalu sibuk hahaha (sibuk mencari jawaban dg sejuta rasa unek-unek dikepala :p)

Dikesempatan ini, saya akan menulis tentang kisah Sahabat Nabi Muhammad SAW Uwais Al Qarni.
Banyak nilai positifnya InsyaALLAH, kisah ini direkomendasiin baca oleh salah satu temen saya. Oyaa tak lupa saya haturkan matur thank you atas ilmu yang dibaginya.

=========================================================================================

Kisah Uwais Al Qarni

Di Yaman, tinggallah seorang pemuda bernama Uwais Al Qarni yang berpenyakit sopak. Karena penyakit itu tubuhnya menjadi belang-belang. Walaupun cacat tapi ia adalah pemuda yang saleh dan sangat berbakti kepada ibunya, seorang perempuan wanita tua yang lumpuh. Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan ibunya. Hanya satu permintaan yang sulit ia kabulkan.

“Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersamamu. Ikhtiarkan agar ibu dapat mengerjakan haji,” pinta sang ibu.

Mendengar ucapan sang ibu, Uwais termenung. Perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh, melewati padang tandus yang panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. Lantas bagaimana hal itu dilakukan Uwais yang sangat miskin dan tidak memiliki kendaraan?

Uwais terus berpikir mencari jalan keluar. Kemudian, dibelilah seekor anak lembu, kira-kira untuk apa anak lembu itu? Tidak mungkin pergi haji naik lembu. Uwais membuatkan kandang di puncak bukit. Setiap pagi ia bolak-balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit.

“Uwais gila... Uwais gila..” kata orang-orang yang melihat tingkah laku Uwais. Ya, banyak orang yang menganggap aneh apa yang dilakukannya tersebut.

Tak pernah ada hari yang terlewatkan ia menggendong lembu naik-turun bukit. Makin hari anak lembu itu makin besar, dan makin besar pula tenaga yang diperlukan Uwais. Tetapi karena latihan tiap hari, anak lembu yang membesar itu tak terasa lagi.

Setelah 8 bulan berlalu, sampailah pada musim haji. Lembu Uwais telah mencapai 100 kilogram, begitu juga otot Uwais yang makin kuat. Ia menjadi bertenaga untuk mengangkat barang. Tahukah sekarang orang-orang, apa maksud Uwais menggendong lembu setiap hari? Ternyata ia sedang latihan untuk menggendong ibunya.

Uwais menggendong Ibunya berjalan kaki dari Yaman ke Makkah! MasyaALLAH, alangkah besar cinta Uwais pada ibunya itu. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya.

Uwais berjalan tegap menggendong ibunya wukuf di Ka’bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat Baitullah. Di hadapan Ka’bah, ibu dan anak itu berdoa.

“Ya Allah, ampuni semua dosa ibu,” kata Uwais.
“Bagaimana dengan dosamu?” tanya sang Ibu keheranan.
Uwais menjawab, “Dengan terampuninya dosa ibu, maka ibu akan masuk surga. Cukuplah ridha dari ibu yang akan membawaku ke surga.”

Itulah keinginan Uwais yang tulus dan penuh cinta. ALLAH subhanahu wata’ala pun memberikan karunia untuknya. Uwais seketika itu juga sembuh dari penyakit sopaknya. Hanya tertinggal bulatan putih ditengkuknya. Tahukah kalian apa hikmah dari bulatan disisakan di tengkuknya Uwais tersebut? Ituah tanda untuk Umar bin Khaththab dan Ali bin Abi Thalib, dua sahabat Rasulullah untuk mengenali Uwais.

Beliau berdua sengaja mencari di sekitar Ka’bah karena Rasulullah berpesan, “Di zaman kamu nanti akan lahir seorang manusia yang doanya sangat makbul. Kalian berdua, pergilah cari dia. Dia akan datang dari arah Yaman, dia dibesarkan di Yaman.”

“Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah, membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya, demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan).” (HR Bukhari dan Muslim)

Uwais Al Qarni pergi ke Madinah

Setelah menempuh perjalanan jauh, akhirnya Uwais Al Qarni sampai juga di kota Madinah. Segera ia mencari rumah Nabi Muhammad. Setelah ia menemukan rumah Nabi, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam, keluarlah seseorang seraya membalas salamnya. Segera saja Uwais Al Qarni menyakan Nabi yang ingin dijumpainya. Namun ternyata Nabi tidak berada di rumahnya, beliau sedang berada di medan pertempuran. Uwais Al Qarni hanya dapat bertemu dengan Siti Aisyah r.a., istri Nabi. Betapa kecewanya hati Uwais. Dari jauh ia datang untuk berjumpa langsung dengan Nabi, tetapi Nabi tidak dapat dijumpainya.

Dalam hati Uwais Al Qarni bergejolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi dari medan perang. Tapi kapankah Nabi pulang? Sedangkan masih terniang di telinganya pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu,agar ia cepat pulang ke Yaman, “Engkau harus lepas pulang.”

Akhirnya, karena ketaatanya kepada ibunya, pesan ibunya mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi. Karena hal itu tidak mungkin, Uwais Al Qarni dengan terpaksa pamit kepada Siti Aisyah r.a., untuk segera pulang kembali ke Yaman, dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi. Setelah itu, Uwais pun segera berangkat pulang mengayunkan lengkahnya dengan perasaan amat sedih dan terharu.

Peperangan telah usai dan Nabi pulang menuju Madinah. Sesampainya di rumah, Nabi menanyakan kepada Siti Aisyah r.a., tentang orang yang mencarinya. Nabi mengatakan bahwa Uwais anak yang taat kepada orang ibunya, adalah penghuni langit. Mendengar perkataan Nabi, Siti Aisyah r.a. dan para sahabat tertegun. Menurut keterangan Siti Aisyah r.a. memang benar ada yang mencari Nabi dan segera pulang ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama. Nabi Muhammad melanjutkan keterangannya tentang Uwais Al Qarni, penghuni langit itu, kepada sahabatnya, “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia, perhatikanlah ia mempunyai tanda putih di tengah telapak tangannya.”

Sesudah itu Nabi memandang kepada Ali bin Abi Thalib dan Umar bin Khaththab seraya berkata, “Suatu ketika apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi.”

Waktu terus berganti, dan Nabi kemudian wafat. Kekhalifahan Abu Bakar pun telah digantikan pula oleh Umar bin Khaththab. suatu ketika Khalifah Umar teringat akan sabda Nabi tentang Uwais Al Qarni, penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kembali sabda Nabi itu kepada sahabat Ali bin Abi Thalib. Sejak saat itu setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib selalu menanyakan tentang Uwais Al Qarni, si fakir yang tak punya apa-apa itu. yang kerjanya hanya menggembalakan domba dan unta setiap hari? Mengapa Khalifah Umar dan sahabat Nabi, Ali bin Abi Thalib selalu menanyakan dia?

Rombongan kafilah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka. Suatu ketika, Uwais Al Qarni turut bersama mereka. Rombongan kafilah itu pun tiba di kota Madinah. Melihat ada rombongan kafilah yang baru datang dari Yaman, segera Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais Al Qarni turut bersama mereka. Rombongan kafilah itu mengatakan bahwa Uwais ada bersama mereka, dia sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib segera pergi menjumpai Uwais Al Qarni.

Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib memberi salam. Tapi rupanya Uwais sedang salat. Setelah mengakhiri salatnya dengan salam, Uwais menjawab salam Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib sambil mendekati kedua sahabat Nabi tersebut dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Sewaktu berjabatan, Khalifah dengan segera membalikan telapak tangan Uwais, seperti yang pernah dikatakan Nabi. Memang benar! Tampaklah tanda putihdi telapak tangan Uwais Al Qarni.

Wajah Uwais nampak bercahaya. Benarlah seperti sabda Nabi. Bahwa ia adalah penghuni langit.

Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib menanyakan namanya, dan dijawab, “Abdullah”. Mendengar jawaban Uwais, mereka tertawa dan mengatakan, “Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya?” Uwais kemudian berkata, “Nama saya Uwais Al Qarni”.

Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. akhirnya Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib memohon agar Uwais membacakan doa dan Istighfar untuk mereka.

Uwais enggan dan dia berkata kepada Khalifah, “Saya lah yang harus meminta do’a pada kalian”.Mendengar perkataan Uwais, “Khalifah berkata, “Kami datang kesini untuk mohon doa dan istighfar dari Anda”.
Seperti dikatakan Rasulullah sebelum wafatnya. Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais Al Qarni akhirnya mengangkat tangan, berdoa dan membacakan istighfar. Setelah itu Khalifah Umar berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais menampik dengan berkata, “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi.”

Fenomena ketika Uwais Al Qarni Wafat


Beberapa tahun kemudian, Uwais Al Qarni berpulang ke rahmatullah. Anehnya, pada saat dia akan di mandikan, tiba-tiba sudah banyak orang yang ingin berebutan ingin memandikannya. Dan ketika di bawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana pun sudah ada orang-orang yang sudah menunggu untuk mengafaninya. Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburannya, di sana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa ke pekuburannya, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk menusungnya.   

Meninggalnya Uwais Al Qarni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya orang yang tak kenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan pemakamannya, padahal Uwais Al Qarni adalah seorang yang fakir yang tidak dihiraukan orang. Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, di situ selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu.

Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, “Siapakah sebenarnya engkau Wahai Uwais Al Qarni? Bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir, yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya sehari-hari hanyalah sebagai pengembala domba dan unta? Tapi, ketika hari wafatnya, engkau menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal.mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamannya.”

Berita meninggalnya Uwais Al Qarni dan keanehan-keanehan yang terjadi ketika wafatnya telah tersebar kemana-mana. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya, siapa sebenarnya Uwais Al Qarni. Selama ini tidak ada orang yang mengetahui siapa sebenarnya Uwais Al Qarni disebabkan permintaan Uwais Al Qarni sendiri kepada Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib agar merahasiakan tentang dia. Barulah di hari wafatnya mereka mendengar sebagaimana yang telah di sabdakan oleh Nabi, bahwa Uwais Al Qarni adalah penghuni langit.

Begitulah Uwais Al Qarni, sosok yang sangat berbakti kepada orang tua, dan itu sesuai dengan sabda Rasulullah ketika beliau ditanya tentang peranan kedua orang tua. Beliau menjawab, “Mereka adalah (yang menyebabkan) surgamu atau nerakamu.” (HR Ibnu Majah).

=========================================================================================

Semoga bermanfaat dan kalian bisa mengambil poin positif dari cerita tersebut. 
Jazakumullah Khairan Katsiran



Jumat, 27 Mei 2016

La Tahzan~



Semangat yoo!!

Aku cari tau beberapa minggu yang lalu apa itu "Middle Child Syndrome"
Aku saring itu semua informasi, kalian saring juga atau analisa sendiri dari beberapa fakta tersebut yaa ...
Aku ceritakan satu kebiasaan yang sama dengan aku
"Pendiem" iya pendiem disini, pendiem di lingkungan keluarganya
Kalau keluarganya memerintahkan dia bersuara baru dia bersuara
Kalau tidak, maka dia diem terus, entah perasaannya itu setuju atau enggak
Orang seperti ini akan mencari kesenangan atau keceriaan di luar lingkungan keluarganya
Mereka terkenal banyak temen atau sahabat kalau di luar (beberapa fakta membuktikan benar :)
Karena menurutnya temen atau sahabat mereka adalah tempat berbagi cerita keluh kesah keceriaan senyuman candaan untuk melupakan apapun yang dialaminya di dalam lingkungan keluarga mereka
Wajar kalau mereka menyebut temen atau sahabatnya adalah segalanya (cari tau sendiri ya kenapa sampai segitunya)

Biasanya sosial media (bbm, line, facebook, twitter, path) akan menjadi curahan hatinya saat galau atau senang
Wajaar waajuaar karena saat mencurahkan perasaan ke sosial media terkadang hati sedikit ploong
Tapi kita gak bakal tau seberapa orang yang membaca status kita itu sama dengan perasaan yang kita alami
Apakah mereka sedih kalau kita pas sedih atau mereka senang atau tersenyum kalau kita pas sedih?
Cuma mereka dan ALLAH yang tau :)

Curhat ketika bersujud di dengar langit dan bumi maka ALLAH memberikan solusi dari setiap masalahnya
Curhat ke temen atau sahabat bukan karena ingin dikasihani tapi karena butuh dorongan kekuatan dan kata semangat :)

Pintu ALLAH selalu terbuka setiap kita mau datang kepadaNYA
Semua gak akan berubah kalau kita sendiri yang mau merubahnya

Kalau kamu curhat ke teman atau sahabat?
Kadang kita gak tau mana yang bener-bener teman atau sahabat kita

Kalau kamu mau tahu atau mau melihat mana teman / sahabat kamu sebenarnya
Liihatlah mereka semua saat kamu berada di bawah
Karenaaaaa......
"Tak perlu bersikeras menjelaskan siapa dirimu, karena orang yang mencintaimu tak membutuhkan itu, dan orang yang membencimu tak akan percaya itu" (Ali bin Abi Thalib RA)

Siapa yang tetap berada di sampingmu saat kamu berada di bawah atau terjatuh?
Kalau kamu mengalamami ini kamu bakal menemui si "kesendirian"

Tak usah takut dan khawatir kalau kamu merasa sendiiri
Sendiri itu memang benar-benar menyakitkan
Saat sendiri hati kamu diarahkan ke ALLAH dan lebih taat kepada ALLAH, karena kamu merasakan sakitnya berharap dari makhlukNYA
Tapi Janji ALLAH itu pasti
ALLAH Maha Mengetahui yang terbaik buat hamba-hambanya

Kalau sekarang kita gak bisa menjelaskan semuanya
Mungkin mulut kita kaku untuk mejelaskannya
Karena kita takut apakah mereka bisa menerimanya atau tidak
Mungkin suatu saat ALLAH yang menjelaskan kepada mereka

Terkadang mata iri kepada hati
Pada saat mata iri kepada hati berarti kita kurang ilmu belajar ikhlas "Lillahi Ta'ala"
Kalau kita tidak mampu
Maka berjalanlah cari jalan baru
Tinggalkanlah dalam waktu "sementara" atau "sebentar"
Tapi suatu saat ketika kita sukses dan lebih baik lagi dan sudah membuktikan
 Makaaa kembalilah lagi

Kenaapa kembali? 
Kamu harus kembali lagi
Ajak mereka untuk sukses dan lebih baik lagi
Jangan pernah kamu tega membiarkan teman kamu merasakan hal yang sama bertemu dengan si "kesendirian"
Karena kamu pernah mengalami rasa itu

Kalau kamu mampu memberi jangan pernah untuk meminta
Kalau kamu tak mampu memberi senyuman atau kesenangan
Maka jangan pernah kamu memberi tangisan atau kesedihan



La Tahzan~

 

Rabu, 18 Mei 2016

Siapa yang bersalah dan harus disalahkan?

SIAPA?

 Bahasa jawanya "sopo sing tanggung jawab" karo "sopo iki sing disalahno". Baru-baru ini kasus di koran, tv, facebook, dsb. Membahas tentang ke "PARAH"an remaja saat ini. Miris hati saya bacanya. Kemana pikiran kalian semua wahai anak muda. Apakah ini yang disebut "donyo wes kari akhir" (bahasa indonesianya : dunia sudah tinggal akhir). Kemana tanggung jawab orangtua, bagaimana lingkugan kalian. Saya mungkin hanya salah satu orang yang sedih melihat perkembangan zaman saat ini?

Wahai anak muda, satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Ayooo majukan Indonesia. Sadarlah perbuatanmu!!! Kemana kalian!! Kemana para orangtua dan kemana para guru!!! 
Lagi-lagi kejahatan seksual, lagi-lagi pembunuhan, lagi-lagi moral para remaja. Subhanallah, dimana kalian rek!! -__-

Dimana naluri kalian. Siapa yang harus disalahkan kalau sudah begini? Kemana kalian semua :(

Lagi-lagi saya tanya lagi kemana kalian semua, dimana perasaan kalian semua.

Ayoooo, orangtua ayooo jangan lupa tugasnya. Selain tugas mencarikan nafkah untuk anak. Apa lagi tugas kalian? Ada tugas yang kalian lupakan atau enggak? Anak itu amanat loooh (amanat dari ALLAH SWT). Sudahkah kita membimbing anak kita ke hal positif? Membimbing itu bemakna luas. Bimbing, arahkan, pantaulah anak-anak kita semua ke hal-hal yang lebih positif. Ajarkan mana ini itu baik atau tidaknya. Kasih tau dampaknya dari sikap baik atau tidaknya perbuatan tersebut. Kalian panutan saat dirumah. Apa yang kalian lakukan menjadikan tiruan bagi anak saat dirumah.

Hah, bukannya sok pintar. Tapi ini kita disadarkan secara langsung dengan beberapa kasus kejadian kenakalan anak kecil atau remaja saat ini.

Ayooo, para guru. Guru di sekolah dan guru di luar sekolah (les, ngaji, dkk). Kalian dititipin amanat juga sama orang tua wali murid.

GURU iku sing di gugu lan ditiru (orang yang dipercayai dan diikuti). Guru saat dirumah itu orangtua dari anak-anak. Dan Guru diluar rumah itu yaa Guru yang diberi amanat dari orangtua.

Perhatikan lingkungan sekitar kita. Kasih arahan yang terbaik buat anak-anaknya.

Dan KAMU, iya KAMU generasi BANGSA. Ayooo sadarkan diri kalian masing-masing. Mau jadi apa kalian 10 tahun kedepan dengan tindakan kalian saat ini? Semoga kita semua di berikan jalan yang lurus oleh ALLAH SWT.

Untuk kalian yang sudah berkeluarga sekali lagi bimbing anak kalian ke hal-hal yang lebih baik dan positif lagi. Semoga kalian satu keluarga bertemu kembali di Jannah-NYA ALLAH SWT. 

Aamiin aamiin allahuma aamiin.


Semoga bermanfaat tulisan ini.

Maaf kalau tadi lupa ucapkan Assalamualaikum. Karena yang nulis menggebu-gebu mau nulis banget, dan si penulis miris lihat perkembangan zaman saat ini. 

Terima kasih, dan maaf sebesar-besarnya apabila tulisan ini banyak melakukan kesalan.

Niat penulis cuma kita sebagai manusia biasa saling mengingatkan satu sama lain.

Afwan,

Sukron. 

Jazakumullah Khairan Katsiran


 

 

Jumat, 13 Mei 2016

Jurnal Kehidupanku

JURNAL KEHIDUPANKU (part 1)

Bisa dibilang ini blog pribadi, jadi kebanyakan yang ditulis disini berdasarkan pengalaman pribadi. Dan sekaligus sudut pandang pribadi penulis blog juga.
Setiap manusia mempunyai penilaian berbeda-beda terhadap segala hal. Inilah yang dinamakan kehidupan di dunia. Sah-sah saja seseorang mengutarakan argumen atau pendapatnya. 

Di kesempatan ini saya mau berbagi pengalaman. Pengalaman tentang masa lalu dan masa sekarang. Kalian boleh memilah-milah mana yang terbaik buat kalian. Kalian boleh juga menilai tentang bagaimana saya. Bagaimana tulisan saya. Niatnya berbagi pengalaman adalah berbagi ilmu juga. Semoga bermanfaat untuk para sahabat pembaca.

Saya Elliya Lestari umur 23th lebih 4bulanan tepatnya. Berusaha dan berkeinginan menjadi hamba ALLAH yang taat. Tapi juga manusia munafik yang takut akan semua hal. Mengenal kata "Hijrah" dalam menuju proses 23th ini. Dimana dalam kesendirian atau keheningan mulai menghampiri bahkan membuat sempit pikiran. "Hijrah" adalah merubah kehidupan kita dengan cara melihat potensi yang telah Allah berikan.

Kenapa sekilat itu prosesnya?
Alasan kuat apa sampai ingin berhijrah?
Gak takut ditinggalin temen atau bahkan sahabatmu kah? Kan kamu sekarang lebih gak asyik. (Mungkin beberapa fakta membuktikan kalau saya yang sekarang lebih gak asyik :))

Beberapa pertanyaan datang, 
Merubah semua niat ini untuk ALLAH SWT semata.
Itu semua ada alasan terkuat. 


Mungkin tulisan berikutnya saya akan jelaskan kenapa sampai dititik ini. 

Alhamdulillah, 2 minggu akhir-akhir ini pagi mendengar kicauan burung yang selama ini pagi rindukan.
Pagi dapat kado senyuman canda tawa dari semua sahabat pagi.
Soalnya pagi jarang bisa tertawa lepas seperti itu. Hahahaha :)

Semoga sukses dengan pilihannya masing-masing untuk sahabat pagi.
"Fabbiayi ala i Rabbikuma Tukadziban"



Rabu, 20 April 2016

Mencari Jati Diri ?

Aku mencari jati diri
Aku terus mencari sampai terkadang dikatakan "plin-plan"
Dan aku terus mencari sampai terkadang aku bimbang sendiri

Terkadang aku takut keramaian
Terkadang aku juga takut akan kesendirian
Aku manusia biasa

Wajarkah aku merasakan kecapekan?
Mungkin wajar ya, mungkin (mungkin)
Iyaa terkadang juga merasa sangat letih dan capek

Aku bukan orang hebat
Aku bukan orang yang sok kuat
Aku lemah dalam beberapa sisi

Manusia seperti apa aku yang selalu megeluh
Setiap saat mengeluh
Setiap saat lupa bersyukur

Aku gak berniat pamer
Aku gak ada niatan untuk curhat
Tapi disaat kamu merasakan seperti yang pernah aku alami
Aku cuma ingin berbagi sedikit tips

***
Keramaian itu ujian
Kesendirian itu ujian
Kenikmatan (kesenangan) itu ujian dan
Kesusahan itu juga ujian

Keramaian itu ujian disaat kita merasa ramai dikelilingi orang-orang yang kita sayangi,
Kita diuji seberapa kita ingat dengan ALLAH Maha Pencipta untuk tetap bersyukur karena telah dikelilingi dengan orang-orang yang kita sayangi

Kesendirian itu ujian disaat kita merasa sendiri, atau kita jauh dengan orang-orang yang kita sayangi,
Mungkin ujian kesendirian ini ALLAH melihat kita agar kita lebih dekat denganNYA, dekat dengan lewat do'a-do'a yang kita minta (tetaplah bersyukur)

Karena ALLAH Maha Mengetahui yang terbaik untuk hamba-hambanya

Kenikmatan (kesenangan) dan Kesusahan itu juga ujian,
Intinya bagaimana keadaan kita dan kondisi kita, Jangan Pernah lupa untuk selalu bersyukur.

"Berdzikirlah dengan Tasbih-Tasbih ALLAH dan Bersujudlah dengan Sajadah-Sajadah ALLAH"
 
 ***

Ber-husnu dzon atau berbaik sangka kepada Allah adalah salah satu ibadah hati yang agung dan tidaklah lengkap keimanan seorang hamba tanpanya.

ALLAH Maha Melihat
ALLAH Maha Mendengar

Semoga kita tetap Istiqomah di jalan ALLAH
Aamiin aamiin allahuma aamiin

Waallahu A'alam
Semoga bermanfaat,


*SURGA*

"Surgaku"
Surgakuuu.....
Engkau (Ibu) laksana udara yang menjadi kebutuhan hidupku setiap harinya
Engkau (Ibu) pagi siang malam ku lihat surga yang kudambakan
Aku bahagia lahir di bumi ini lewat dalam rahimmu bu

Bu... 
Ajari aku kuat dalam segala hal apapun di dunia ini seperti engkau (Bu)
Ajari aku ikhlas dan sabar dalam menjalani hidup di dunia ini
Ajari aku bu, ajari aku
Selalu kuat sepertimu bu

Sampai detik ini aku belum kuat sepertimu bu
Bahkan sampai detik ini saat ini aku belum bisa juga membahagiakanmu
Aku belum mampu membuat surgaku tersenyum lebar

Wahai surgaku yang teramat dekat denganku bahkan lebih dan sangat dekat
Hanya sejengkal mata memandang 
Surgaku adalah Ridhomu Bu
Surga adalah dibawah telapak kakimu Bu

Apa manfaat hidupku di dunia ini tanpa Ridho dan do'a-do'a darimu Bu
Aku sadar Bu, begitu banyak ALLAH memberikan kenikmatan dan juga cobaan dalam kehidupan kita di dunia ini
Izinkan aku melindungimu semampu yang aku bisa dan berjuang selagi aku mampu berjuang
Ketika aku melindungimu berarti aku melindungi surgaku kelak

Semoga ALLAH membimbing kita selalu
Semoga ALLAH menguatkan kita selalu
ALLAH Maha Melihat dan ALLAH Maha Mendengar

Dan semoga kamu (jodohku) kelak yang sudah ALLAH tuliskan untukku
Mampu membimbing aku juga dekat dengan surga-surgaku
Ridho ALLAH bagi wanita yang belum mempunyai suami (belum menikah) adalah pada Ridho dan Doa orangtuanya (terutama ibu)
Sedangkan Ridho ALLAH bagi wanita yang mempunyai suami (menikah) adalah pada Ridho dan Doa suami

ALLAH ‘Azza wa Jalla

Senin, 11 April 2016

"Pagi Rindu"

"Pagi Rindu"
Pagi merindukan kicauan suara burung
Bukannya pagi lupa dengan nikmat suara berkokoknya ayam
Tapi pagi merindukan kicauan burung diiringi dengan embun yang menyejukkan suasana seisi bumi
Bahkan suasana seperti itu yang beberapa minggu ini tak lagi ada

Ya Allah bantu pagi untuk menguatkan dirinya
Bantu pagi untuk terbiasa dengan nikmat dan anugrah-MU
Seperti yang tertulis dalam surat Al-Baqarah ayat 216

Selamat Pagi,
Semoga hari ini esok dan seterusnya lebih baik dari hari kemarin.

"Fabiayyi ala Robbikuma Tukadziban"
Surat Ar-Rahman : 25